Sejarah HAM di Dunia dan Indonesia

Sejarah HAM di Dunia dan Indonesia

Konsep HAM bukan hanya ada di Indonesia saja, melainkan di seluruh dunia. Hal ini karena pada hakikatnya konsep HAM berasal dari dunia Barat. Sejarah perkembangan HAM ditandai dengan tiga peristiwa penting berikut ini.

1. Magna Charta
Magna Charta (1215) merupakan piagam kesepakatan antara para bangsawan dengan Raja John di Inggris. Kesepakatan ini menyatakan bahwa raja memberi jaminan beberapa hak untuk para bangsawan dan keturunannya. Hak tersebut di antaranya adalah hak untuk tidak dipenjara tanpa proses pemeriksaan pengadilan. Hak tersebut menjadi bagian dari sistem konstitusional Inggris sejak saat itu.

2. Revolusi Amerika
Revolusi Amerika merupakan peristiwa perjuangan rakyat Amerika Serikat dalam melawan Inggris sebagai penjajah kala itu. Hasil dari peristiwa ini adalah Declaration of Independence dan Amerika Serikat merdeka pada 4 Juli 1776.

3. Revolusi Perancis
Revolusi Prancis (1789) merupakan peristiwa pemberontakan rakyat Perancis terhadap rajanya sendiri karena dianggap telah bertindak absolut dan sewenang-wenang. Peristiwa ini menghasilkan Pernyataan Hak-hak Manusia dan Warga Negara yang memuat tentang hak kebebasan, kesamaan, dan persaudaraan.

HAM mencakup berbagai bidang dalam kehidupan manusia dan bukan hanya milik negara-negara Barat. HAM bersifat universal dan telah diakui secara internasional.

Selain tiga peristiwa di atas, ada beberapa peristiwa lainnya yang menandai perkembangan HAM.

Sejarah HAM di Indonesia

1. Masa Pra-Kemerdekaan
Meski sejak lama HAM sudah dikenal, pemikiran modern mengenai hak asasi manusia di Indonesia baru ada pada abad ke-19. Tokoh Indonesia pertama yang mengungkapkan gagasan tentang hak asasi manusia secara jelas adalah Raden Ajeng Kartini. Gagasan ini dituangkan dalam surat-suratnya yang telah ditulis 40 tahun sebelum terjadinya peristiwa Proklamasi Kemerdekaan.

2. Masa Kemerdekaan

a. Masa Orde Lama
Pemikiran tentang pentingnya hak asasi manusia berikutnya berkembang dalam Sidang BPUPKI. Beberapa tokoh Indonesia menginginkan supaya hak asasi manusia diatur dengan jelas dalam UUD 1945. Namun, usaha mereka kurang berhasil. Persoalan HAM hanya sedikit diatur dalam UUD 1945. Di sisi lain, UUDS 1950 dan Konstitusi RIS sebenarnya mengatur persoalan HAM secara menyeluruh, tetapi kedua konstitusi tersebut tidak berlaku lama.

b. Masa Orde Baru
Masa Orde Baru merupakan puncak pelanggaran HAM di Indonesia. Gagasan mengenai HAM dianggap sebagai paham liberal yang tidak sesuai dengan Pancasila dan budaya timur. Komisi Hak Asasi Manusia pun dibentuk pada tahun 1993. Akan tetapi, komisi tersebut tak dapat berfungsi secara baik karena kondisi politik pada waktu itu. Banyak pelanggaran HAM terjadi kala itu, bahkan diduga ada pelanggaran HAM berat yang terjadi waktu itu. Hal itu mendorong timbulnya reformasi sebagai pengganti masa Orde Baru.

c. Masa Reformasi
Pada era reformasi, pemikiran tentang HAM mengalami kemajuan. Berbagai dokumen HAM lahir, di antaranya adalah UUD 1945 hasil amandemen.

Demikian uraian mengenai sejarah hak asasi manusia.

referensi: Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA/MA Kelas X. Oleh: Atik Hartati dan Sarwono
/* */