Makalah Pengembangan Cooperative Learning Dalam Pembelajaran IPS

Makalah Pengembangan Cooperative Learning Dalam Pembelajaran IPS , atau dikenal juga dengan sebutan model pembelajaran Cooperative dimana dalam makalah ini akan mengupas banyak hal yang menyangkut model pengembangan pembelajaran masa kini dimana masuk dalam Cooperative Learning dan tentu saja bukan hanya dalam pembelajaran IPS namun dalam semua mata pelajaran sangat bisa di terapkan.

Dalam pembelajaran kooperatif, para siswa akan duduk bersama dalam kelompok untuk menguasai materi yang disampaikan guru. Apabila siswa ingin agar timnya berhasil, maka mereka akan saling mendorong anggota timnya agar menjadi lebih baik. Setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab yang sama untuk keberhasilan kelompoknya.

 1. Tujuan Cooperative Learning

Pengembangan Cooperative Learning Dalam Pembelajaran IPS

Pengembangan Cooperative Learning Dalam Pembelajaran IPS

Belajar kooperatif adalah belajar untuk bekerja sama dan bertanggung jawab pada kemauan belajar temannya. Menurut Johnson dan Johnson (1994) tujuan pokok belajar kooperatif adalah memaksimalkan belajar siswa untuk peningkatan prestasi akademik dan pemahaman baik secara individu maupun secara kelompok (Trianto, 2011: 57).  Tujuan yang paling penting adalah memberikan siswa pengetahuan, konsep, kemampuan dan pemahaman yang dibutuhkan agar menjadi anggota masyarakat yang bahagia dan memberikan kontribusi (Slavin, 2005: 33).

2. Prinsip-Prinsip Cooperative Learning

Menurut Wina Sanjaya (2011: 146-247) terdapat empat prinsip dasar pembelajaran kooperatif, antara lain:

  1. Prinsip Ketergantungan Positif (Positive Interdependence)Keberhasilan suatu penyelesaian tugas sangat tergantung kepada usaha yang dilakukan setiap anggota kelompoknya. Hal itu perlu disadari oleh anggota kelompok, maka semua anggota dalam kelompok akan merasa ketergantungan.
  2. Tanggung Jawab Perseorangan (Individual Accountability)Keberhasilan kelompok ditentukan oleh anggotanya. Jadi, setiap anggota mempunyai tanggung jawab sesuai tugasnya.
  3. Interaksi Tata Muka (Face to Face Promotion Interaction)Interaksi tatap muka akan memberikan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk kerjasama, menghargai perbedaan, memanfaatkan kelebihan masing-masing anggota dan mengisi kekurangan masing-masing, karena pada pembelajaran kooperatif, dibentuk secara heterogen dengan latar belakang sosial, budaya dan kemampuan akademik yang berbeda.
  4. Partisipasi dan Komunikasi (Participation Communication)Pembelajaran kooperatif melatih siswa agar berpartisipasi aktif dan berkomunikasi. Kemampuan ini sebagai bekal dalam kehidupan di masyarakat. Sebelumnya, guru perlu untuk membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi.
  5. Prosedur Pembelajaran KooperatifMenurut Wina Sanjaya (2011: 248-249)

    Prosedur pembelajaran kooperatif 

  6. Penjelasan Materi : Proses penyampaian pokok-pokok materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Guru memberikan gambaran tentang materi yang harus dikuasai siswa.
  7. Belajar dalam KelompokPengelompokan bersifat heterogen. Dalam satu kelompok ini, siswa didorong untuk sharing informasi, pendapat, mendiskusikan permasalahan, membandingkan jawaban, dan mengoreksi hal-hal yang kurang tepat.
  8. PenilaianPenilaian dalam pembelajaran kooperatif dilakukan dengan tes atau kuis, baik secara individual maupun kelompok. Hasil akhir setiap siswa adalah penggabungan keduanya dibagi dua.
  9. Pengakuan TimPengakuan tim (team recognition) adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah

Lebih Lengkap Sahabat bisa cek dalam dokumentasi yang sudah kami siapkan dalam google drive dibawah ini dan bisa langsung di Download tentunya.

 

/* */