Kelulusan UN 2015 100% Ditentukan oleh Sekolah

Ada kabar gembira bagi para siswa yang akan mengikuti ujian nasional tahun 2015. Kalau pada tahun 2014 penentuan kelulusan UN ditentukan sebagian oleh pemerintah dan sebagian oleh sekolah, hasil ujian nasional nanti akan ditentukan 100% oleh pihak sekolah.

Seperti diketahui bahwa penentuan kelulusan UN telah mengalami berbagai perubahan. Dulu pernah ada kebijakan kalau penentuan UN 100% ditentukan oleh nilai UN murni. Jadi, berapa pun nilai yang didapat oleh siswa saat UN, nilai itulah yang akan dicantumkan dalam ijazah. Sungguh berat syarat kelulusan UN saat itu. Apalagi pada waktu itu tidak ada ujian ulang dan nilai standar kelulusan minimal yang tiap tahun naik. Jika ada siswa yang tidak lulus, maka siswa tersebut bisa mencoba lagi tahun depan atau mengikuti UN di lembaga pendidikan yang setara (kejar paket).

Dalam perkembangannya, penentuan kelulusan UN mengalami perubahan. Pernah ada kebijakan yang membolehkan para siswa yang tidak lulus untuk mengikuti ujian ulang di tahun yang sama. Kemudian muncul kebijakan baru kalau penentuan kelulusan UN tidak hanya ditentukan oleh nilai UN, melainkan juga nilai rapor dengan bobot 60% nilai UN dan 40% nilai rapor.

Perkembangan ujian nasional di Indonesia juga tidak hanya pada penentuan kelulusan saja, melainkan juga soal-soalnya. Misalnya, dulu soal UN hanya ada satu paket. Untuk meminimalisir kecurangan, kemudian ada empat variasi soal, lalu 20 paket soal hingga UN tahun lalu. Bahkan untuk lebih meminimalisir tingkat kecurangan yang terjadi, termasuk kebocoran soal UN, lembar soal ujian UN dilengkapi dengan barcode. Dengan adanya barcode, para siswa tidak tahu soal paket mana yang mereka kerjakan.

Untuk pelaksanaan UN tahun 2015, kebijakan tentang penentuan kelulusan UN berubah. Mendikbud Anies Baswedan menyatakan bahwa mulai tahun ajaran 2015, kelulusan UN sepenuhnya ditentukan oleh pihak sekolah. Meskipun begitu, pihak sekolah diharapkan agar berlaku jujur. Jangan sampai karena gengsi, pihak sekolah merekayasa nilai para siswa.

Sebelumnya UN akan ditiadakan, akan diganti dengan Evaluasi Nasional. Namun, rencana ini urung dilaksanakan.

Dengan adanya peran penuh pihak sekolah dalam meluluskan para siswanya, akankah semua peserta UN tahun 2015 lulus? Seperti diketahui bahwa yang menjadi salah satu masalah besar dalam ujian nasional adalah bocornya kunci jawaban UN. Meski soal UN ada 20 paket, pada kenyataannya tetap terjadi kebocoran. Menyerahkan hak untuk meluluskan siswa ke pihak sekolah adalah ide yang bagus. Namun, kalau masalah kebocoran UN masih juga terjadi, kebijakan tersebut masih belum maksimal dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan UN tahun ini.

Bagaimana pendapat Anda? Apakah kebijakan ini termasuk kemajuan atau justru kemunduran?

 

/* */