Jangan Mencari Kunci Jawaban UN 2015, SMA, SMP

Ujian Nasional menjadi momen penting bagi para siswa kelas akhir, baik SMP, SMA, maupun yang sederajat. Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menghadapi UN. Tak hanya para siswa saja, para guru juga ikut aktif dalam membantu persiapan UN untuk para siswanya.

Beberapa bulan sebelum UN bianya sekolah mengadakan pengayaan. Pengayaan ini berguna sebagai waktu tambahan siswa belajar di sekolah. Dalam pengayaan, siswa diajak untuk mengingat kembali materi-materi yang telah dipelajari di kelas-kelas sebelumnya. Selain itu, para siswa juga diajak untuk mengerjakan soal-soal UN.

Tidak cuma pengayaan, sebagian siswa menyempatkan diri untuk mengikuti bimbingan belajar (bimbel). Ternyata, bimbel tak hanya sebagai sarana untuk mendapatkan jam belajar tambahan, melainkan ada sesuatu lain yang ingin didapat. Apakah itu? Baca tulisan ini sampai habis ya.

Salah satu fenomena yang sering terjadi adalah maraknya bocoran kunci jawaban UN. Bukan sembarang bocoran, ternyata bocoran itu cocok. Siswa yang menggunakan bocoran bisa memperoleh nilai yang bagus. Tak heran jika anak yang biasa-biasa saja dengan anak yang pintar nilainya tak jauh berbeda, bahkan lebih tinggi. Meski ada juga bocoran UN palsu, tetapi banyak juga yang asli.

Memang kalau ada yang memberi bocoran secara gratis, itu patut diwaspadai. Bocoran yang asli biasanya dijual. Entah siapa yang menjualnya, yang jelas orang yang berhubungan dengan pembocoran soal UN adalah orang yang punya akses terhadap soal-soal UN. Meski 20 paket, bocoran itu tetap saja ada. Bahkan paket soal ditandai dengan barcode sekalipun, pembocor UN itu sungguh cerdik mengakalinya.

Bocoran UN ternyata disebarkan melalui bimbel juga. Bimbel yang seharusnya media belajar, malah digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan bocoran UN. Miris bukan, kalau ada siswa yang mengikuti bimbel hanya ingin mendapatkan bocoran UN?

Bagi kalian yang mau mengikuti UN, sebaiknya jangan gunakan bocoran kunci jawaban UN. Ujian Nasional berguna untuk mengukur kemampuan diri kita sendiri. Kalau kita kerjakan dengan bantuan bocoran kunci jawaban, bagaimana kita tahu nilai sebenarnya yang kita dapat? Selain itu, menggunakan bocoran kunci jawaban UN adalah tindakan yang curang. Buat apa belajar tiga tahun kalau soal-soal UN kita kerjakan dengan mengandalkan bocoran?

Bagi para siswa yang hendak mengikuti UN, percayalah kepada kemampuan diri sendiri. Jangan sampai menyontek. Ijazah yang akan kalian dapat nantinya berguna untuk melamar pekerjaan atau melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Ijazah boleh asli, tapi masa nilai palsu?

Jangan takut untuk percaya diri dalam mengerjakan soal-soal UN. Apalagi mulai tahun 2015 yang menentukan lulus atau tidaknya seorang siswa bukan pemerintah, melainkan sekolah yang bersangkutan.

/* */