Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Cerpen dan Fabel

Kumpulan Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Cerpen dan Fabel lengkap dengan penjelasanya. Dalam ulasan hari ini admin akan mencoba memberikan sahabat pemahaman lebih mendalam mengenai cerpen dan fabel kemudian kita akan mencari inti dari bahasan kita yakni bisa memberikan simpulan akan sebuah makna yang tersirat artinya makna yang tidak nampak dalam sebuah cerpen dan fabel tersebut.

Cerpen merupakan sebuah kisah fiksi yang ditulis tidak panjang namun lengkap dengan adanya penokohan kemudian alur dan seting. Sedangkan fabel tidak lain adalah sebuah cerita tentang dunia binatang yang di angkat dalam sebuah komik dan yang lainya ini penegertian secara makna dasarnya. Ok langsung saja yuk cek bahasan hari ini mengenai Contoh Soal Menyimpulkan Isi Tersirat dalam Cerpen dan Fabel

Indikator:
Disajikan kutipan cerpen dan fabel, siswa sanggup memilih isi tersirat yang terkandung di dalamnya.

1. Ayah mengamati saya dari atas ke bawah. Ia bangun dan menjangkau tangan kananku. Katanya:
“Untuk apa bunga ini, heh.”
Aku tidaktahu alasannya yakni apa, telah mengasihi bunga ditangan ku ini.
Ayah meraih. Merenggutnya dari tanganku. Kulihat bungkah otot tangan ayah menggenggam bunga kecil-kecil itu. Aku menahan untuk tidak berteriak.
“Laki-laki tidak perlu bunga, Buyung. Kalau perempuan, bolehlah. Tetapi engkau lqki-laki.”
Ayah melemparkan bunga itu. Aku menjerit. Ayah pergi. Ibu masih berdiri. Aku membungkuk, mengambil bunga itu, membawanya ke kamar.
Dikutip dari: Kuntowijoyo, “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga”, Jakarta, Pustaka Firdaus, 1996.

Isi tersirat kutipan cerpen tersebut yakni . . .
a. Ayah tidak ingin Buyung mempunyai sifat lembut menyerupai perempuan.
b. Ayah tidak ingin anaknya menyukai bunga menyerupai dia.
c. Ayah tidak ingin bila bunga itu dipetik.
d. Ayah ingin bunga itu sebagai hiasan di taman.

2. Para penghuni rimba merasa kurang senang. Keangkuhan si merak semakin menjadi-jadi! Setiap berjumpa penghuni rimba lainnya, merak selalu pamer bulu-bulunya itu.
“Siapa yang sanggup menandingi keelokan diriku?” kata merak berulang kali, tanpa bosan-bosan.
Tentu saja teman-temannya kian jengkel kepada merak.
“Ah, saya ada nalar untuk menyadarkan si merak,” pikir kancil suatu hari.
Lantas kancil membisiki beberapa sahabat lain. Di antaranya kijang, kelinci, dan tupai.
Pagi itu merak kembali pamer kepada teman-temannya.
Jalannya dibentuk miring-miring biar bab bulunya kelihatan siapa saja.
Dikutip dari: Imam Musbikin, “Merak yang Angkuh” dalam Si Kodok dalam Tempayan, Yogyakarta, Mitra Pustaka, 2005

Isi tersirat kutipan fabel tersebut yakni . . .
a. Penghuni hutan hidup rukun meskipun ada salah satu penghuni yang sombong alasannya yakni mempunyai bulu indah.
b. Kancil dan teman-temannya selalu menghindari merak alasannya yakni ia suka memamerkan bulu-bulunya.
c. Merak tidak disukai teman-temannya alasannya yakni ia sombong, merasa tidak tertandingi kecantikannya.
d. Kancil dan teman-temannya membiarkan ulah merak yang suka memamerkan bulu-bulunya.

Jawaban: 1.a, 2.c

/* */