Contoh Percakapan Bahasa Indonesia Singkat 2 Orang

Kumpulan contoh percakapan singkat berikut ini mungkin bisa jadi referensi untuk kalian yang mendapat tugas untuk membuat percakapan bahasa Indonesia antara dua orang.

Belajar Kelompok
Bila: Ran, PR bahasa Indonesia kamu sudah kamu kerjakan belum?
Rani: Belum. Kamu sudah?
Bila: Aku juga belum.
Rani: Kamu mau tidak nanti malam belajar kelompok? Kita kerjakan PR itu bersama-sama. Tapi, di rumah aku saja ya?
Bila: Ya. Nanti aku ke rumahmu sekitar jam setengah delapan.
Rani: Aku tunggu kamu di rumahku.

Ke Perpustakaan
Ririn: Nisa, kita ke kantin yuk!
Anisa: Aku aku tidak punya uang saku. Aku mau ke perpustakaan saja.
Ririn: Nanti aku yang bayar.
Anisa: Terima kasih. Tapi, aku mau baca buku di perpustakaan.
Ririn: Aku ikut kamu deh ke perpustakaan.

Tidak Berangkat
Lisa: Bel, Riska mana?
Bela: Riska tidak masuk hari ini.
Lisa: Kenapa?
Bela: Kata ibunya dia sakit.
Lisa: Sakit apa?
Bela: Sakit kepala.

Ujian Nasional
Gisel: Ra, sebentar lagi kan ada ujian nasional. Kamu sudah siap belum?
Tiara: Ya siap tidak siap harus siap. Kita jalani saja.
Gisel: Aku takut kalau nanti aku tidak bisa jawab.
Tiara: Makanya kita persiapkan dari sekarang.
Gisel: Kalau belajar sih sudah. Aku sudah banyak berlatih soal.
Tiara: Tidak cuma belajar saja, tapi juga persiapan mental. Kamu harus percaya diri untuk menghadapi ujian nasonal.
Gisel: Iya juga sih. Tapi, bagaimana kalau soalnya susah?
Tiara: Yang penting kita usaha dulu. Kita berdoa agar kita bisa mengerjakan semua soal ujian nasional.
Gisel: Semoga saja begitu.

Terlambat Masuk Sekolah
Andra: Maaf, Pak. Hari ini saya terlambat.
Guru: Sudah sekian kalinya kamu terlambat. Apa alasan kamu terlambat hari ini?
Andra: Saya bangun kesiangan pagi tadi.
Guru: Kebiasaan kamu. Kamu kalau terlambat alasannya begitu terus. Tadi malam kamu tidur jam berapa?
Andra: Jam 11, Pak.
Guru: Kamu ini anak sekolah. Kamu jangan tidur terlalu malam agar paginya tidak bangun kesiangan. Mengerti?
Andra: Mengerti, Pak.
Guru: Kalau masih terlambat terus, akan saya panggil orang tua kamu ke sekolah. Kamu boleh duduk sekarang.

Pemilihan Lurah
Jono: Sebentar lagi desa kita akan mengadakan pemilihan lurah.
Anto: Berarti nanti kita punya lurah baru dong?
Jono: Ya. Semoga lurah yang terpilih nanti lebih baik dari lurah sebelumnya.
Anto: Kamu sudah tahu siapa saja calon-calonnya?
Jono: Kalau tidak salah sih Pak Jarwo dan Pak Mulyono.
Anto: Pak Mulyono yang juragan itu?
Jono: Iya.
Anto: Sudah jadi juragan mau jadi lurah juga.
Jono: Tidak masalah kalau ternyata beliau benar-benar ingin memajukan desa ini.

Belajar
Aldo: Reza, kita main yuk!
Reza: Aku lagi belajar.
Aldo: Belajarnya nanti saja. Sekarang kita main.
Reza: Lagipula ini kan sudah malam. Aku ada banyak PR.
Aldo: Nanti saja. Ini juga belum terlalu malam.
Reza: Maaf, Aldo. Aku harus belajar.
Aldo: Kalau begitu ya sudah.

Pekerjaan
Anton: Man, kamu sekarang kerja di mana?
Maman: Aku kerja di pabrik pembuatan roda. Kalau kamu kerja di mana?
Anton: Aku masih menganggur.
Maman: Kamu sudah mencoba kirim lamaran?
Anton: Aku sudah melamar ke banyak perusahaan, tapi ditolak. Kalau di tempat kamu kerja ada lowongan, kabari aku ya.
Maman: Sebenarnya aku mau keluar dari tempat aku bekerja.
Anton: Memangnya kenapa? Apa nanti kamu tidak menyesal? Masih banyak yang membutuhkan pekerjaan, tapi kamu yang sudah punya pekerjaan malah mau keluar.
Maman: Pekerjaannya berat, tapi gajinya tidak sesuai harapan. Bukannya tidak bersyukur, tapi kalau gaji yang aku dapat cuma buat makan sih lebih baik aku cari pekerjaan lain.
Anton: Ya juga sih.

Hujan
Dinda: Aku pulang dulu ya!
Nanda: Nanti saja. Sekarang kan lagi hujan.
Dinda: Iya juga sih.
Nanda: Tunggu hujannya reda sambil menemani aku di sini.
Dinda: Baiklah.
Nanda: Kalau hujan-hujan begini, aku jadi ingat masa lalu. Dulu waktu kecil kita sering main hujan. Kamu masih ingat kan?
Dinda: Tentu. Sungguh masa kecil yang indah dan takkan pernah terulang.
Nanda: Itulah hidup. Kita yang dulu jadi anak kecil, kini tumbuh jadi remaja. Nanti jadi ibu-ibu, lalu jadi nenek-nenek. Hahaha.
Dinda: Entah nanti kita akan tetap bersama seperti ini atau tidak.
Nanda: Semoga saja kita bisa tetap bersama.

Menemukan Dompet
Aldi: Lihat! Dompet siapa ini?
Umar: Coba kamu lihat isinya.
Aldi: Wah, ternyata banyak uangnya.
Umar: Kita bagi dua saja.
Aldi: Aku tidak setuju dengan pendapatmu.
Umar: Kenapa? Kan kita yang menemukan dompet ini.
Aldi: Memang. Tapi, uang ini bukan milik kita. Lebih baik kita laporkan ke polisi.
Umar: Kita ambil sedikit saja.
Aldi: Pokoknya tidak. Ini bukan hak kita.
Umar: Terserah kamu sajalah.

Makanan Favorit
Adi: Ibu, hari ini Ibu masak apa?
Ibu: Hari ini ibu masak makanan kesukaanmu.
Adi: Masak soto ya?
Ibu: Iya sayang.
Adi: Wah, masakan Ibu pasti enak.
Ibu: Terima kasih, anakku.

Tidak Kuliah
Ayah: De, maafkan ayah. Ayah tidak punya uang untuk kamu kuliah.
Dede: Tidak apa-apa. Aku tidak kuliah juga tidak apa-apa.
Ayah: Ayah jadi sedih. Kamu dulu ingin sekali kuliah. Tapi, ayah tidak bisa mewujudkannya.
Dede: Aku ikhlas kalau aku tidak jadi kuliah. Aku kan bisa bantu cari uang untuk membantu biaya keluarga.

Demikian kumpulan contoh percakapan bahasa Indonesia singkat antara dua orang.

/* */