18 Macam dan Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) dalam Bahasa Indonesia, Ulasan Lengkap

Contoh Kata Penghubung (Konjungsi) dalam Bahasa Indonesia Bagi para siswa yang mendapatkan tugas mencari kata penghubung, kalian bisa temukan jawabannya di sini. Kali ini kami menyediakan materi tentang kata penghubung (konjungsi). Apa yang dimaksud dengan kata penghubung? Kata penghubung adalah kata yang fungsinya sebagai penghubung antara kalimat, frasa, atau kata. ada beberapa jenis dari kata penghubung dibawah ini akan kami bahas satu persatu, sebelumnya sahabat juga bisa menambah pengetahuan dan membaca kata ganti dalam bahasa inggris siapa tahu kalian membutuhkanya.

Contoh Jenis-Jenis Kata Penghubung dalam Bahasa Indonesia

Kata penghubung atau konjungsi merupakan jenis kata yang fungsinya adalah untuk menghubungkan dua kata, frasa, klausa, kalimat, bahkan paragraf. seperti halnya jenis-jenis kata lainnya, kata penghubung ini juga terbagi atas beberapa jenis, di mana jenis-jenis atau macam-macam kata penghubung tersebut adalah: kata penghubung aditif, kata penghubung pertentangan, kata penghubung pilihan, kata penghubung waktu, dan sebagainya. Ke semua jenis kata penghubung itu akan ditampilkan beberapa contoh diantaranya. Adapun beberapa contoh terebut adalah sebagai berikut!

1. Contoh Kata Penghubung Aditif

  • Ibu dan ayah sedang tidak ada di rumah saat ini.
  • Pak Dani beserta keluarganya tengah berlibur ke Malaysia.

2. Contoh Kata Penghubung Pertentangan

  • Rumah itu bagus, tetapi tidak ada penghuninya.
  • Dia bukanlah adikku, melainkan keponakanku.

3. Contoh Kata Penghubung Pilihan

  • Tiket pertunjukan musik itu bisa dipesan langsung di loket yang tersedia atau melalui situs resmi penyedia tiket.
  • Baik dulu maupun sekarang, kelakuannya tidak pernah berubah.

4. Contoh Kata Penghubung Waktu

  • Pak Aceng menetap di Jakarta sejak tahun 1999.
  • Ayah baru pulang ke rumah setelah semua pekerjaan di kantornya selesai.

5. Contoh Kata Penghubung Tujuan

  • Dia sengaja datang lebih pagi supaya tidak datang terlambat.
  • Dia sengaja tidak membelanjakan semua gajinya supaya dia bisa menabung.

6. Contoh Kata Penghubung Sebab

  • Nita jatuh pingsan saat upacara pengibaran bendera karena tadi dia tidak sempat sarapan di rumah.
  • Merke tidak saling menyapa karena sedang bermusuhan.

7. Contoh Kata Penghubung Akibat

  • Hidungnya bercucuran darah akibat penyakit yang dideritanya itu.
  • Lani jatuh pingsan saat upacara bendera akibat tidak sarapan di rumah.

8. Contoh Kata Penghubung Syarat

  • Aku takkan menyesal seperti ini jika aku tak salah mengambil keputusan.
  • Ibu akan memberi adik hadiah jika adik berhasil memenangkan perlombaan tersebut.

9. Contoh Kata Penghubung tak Bersyarat

  • Dia tetap berangkat ke kantor meskipun badannya sedang sakit.
  • Dia tetap bersikeras pergi ke konser musik itu walaupun orangtuanya tidak mengizinkan.’

10. Contoh Kata Penghubung Perbandingan

  • Wajahnya begitu berbinar seperti mentari yang memancarkan sinarnya.
  • Semangatnya begitu menggebu bagaikan sebuah kobaran api.

11. Contoh Kata Penghubung Korelatif

  • Acara itu tidak hanya diselenggarakan hari ini saja, tetapi juga diselenggarakan hingga tiga hari yang akan datang.
  • Baik dingin maupun panas, kopi tetaplah enak untuk dinikmati.

12. Contoh Kata Penghubung Penegas

  • Konser itu disaksikan oleh puluhan bahkan ratusan ribu penonton dari berbagai daerah.
  • Jalanan itu selalu saja macet, apalagi disaat libur panjang seperti ini.

13. Contoh Kata Penghubung Penjelas

  • Laras berujar bahwa dia sudah tidak betah bekerja di perusahaan ini.
  • Dia berjanji kepadaku bahwa dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi.

14. Contoh Kata Penghubung Pembenaran

  • Mereka tetap bahagia biarpun kondisi ekonomi mereka memprihatinkan.
  • Mereka tetap bersemangat biarpun keringat telah membasahi peluh mereka.

15. Contoh Kata Penghubung Urutan

  • Tumis bawang merah dan putih telebih dahulu, kemudian masukkan telur , nasi, kecap, garam, dan bahan-bahan lainnya.
  • Dia menatapku sejenak lalu dia pun pergi begitu saja.

16. Contoh Kata Penghubung Pembatas

  • Dia tidak akan menagmpunimu, kecuali engkau mau mengakui kesalahanmu kepadanya.
  • Aku akan memberitahumu soal itu, asal kau jangan mengatakannya kepada siapa pun.

1. Konjungsi Koordinatif
Kata penghubung koordinatif berfungsi sebagai penghubung unsur kalimat yang kedudukannya sama.

Contoh: dan, namun, tetapi, atau, padahal, sedangkan, dan serta.

Contoh kalimat:
1. Ibu membeli semangka, jeruk, dan apel.
2. Udin ingin membeli ponsel, sedangkan Reza ingin membeli komputer.
3. Ridho bingung mau memilih jurusan IPA atau IPS.
4. Kardi harus melunasi hutangnya atau rumahnya akan disita.
5. Ia masih belum lancar berhitung, padahal ia sudah kelas lima SD.
6. Ia meminjam uang lagi, padahal hutang yang sebelumnya belum dilunasi.
7. Yanti ingin kuliah, tetapi ia tidak punya uang.
8. Danu adalah anak orang kaya, tetapi ia tidak sombong.
9. Dita berangkat sekolah menggunakan bus, sedangkan Fani berjalan kaki.
10. Mustofa dan Irfan mendapat teguran dari sekolah karena tiga hari berturut-turut tidak berangkat sekolah tanpa keterangan.

Baca juga : Contoh Kalimat Slogan

2. Konjungsi Korelatif
Kata penghubung korelatif adalah konjungsi yang dalam penggunaannya berupa kata berpasangan. Fungsinya sebagai sama seperti konjungsi koordinatif.

Contoh:
jangankan …, … pun
baik … maupun
sedemikian rupa … sehingga
bukan hanya …, melainkan
tidak hanya …, tetapi juga
apakah … atau

Contoh kalimat:
1. Jangankan motor, mobil pun bisa ia beli.
2. Baik Lena maupun Reina, keduanya sama-sama pintar bahasa Inggris.
3. Sedemikian rupa bangunan itu dibangun sehingga pondasinya sangat kuat.
4. Vania bingung apakah tetap tinggal di rumah itu atau harus pindah.
5. Rahman tidak hanya bekerja sebagai guru, tetapi juga sebagai pengusaha.

3. Konjungsi Subordinatif
Konjungsi ini merupakan kebalikan dari konjungsi koordinatif. Fungsinya yaitu sebagai penghubung antar unsur kalimat yang tidak sama kedudukannya.

Contoh: kalau, jika, bila, tanpa, bahwa, walaupun, meskipun, biarpun, yang, sebab, karena, sampai, sehingga, seolah-olah, seperti, andaikan, seandainya, selama, sebelum, sesudah, semenjak, saat, ketika, dengan, dan tanpa.

Contoh kalimat:
1. Jika punya cukup uang, ia akan membeli sepeda motor.
2. Ardi makan bakso tanpa sambal.
3. Meskipun bekerja sebagai pemulung, ia mampu berkurban.
4. Seandainya tidak hujan, Caca akan main ke rumah Sisi.
5. Somad dipecat oleh bosnya karena sering terlambat masuk kerja.
6. Tri sudah bisa mengendarai sepeda sejak usia 5 tahun.
7. Intan belajar selama 1 jam.
8. Robi belajar dengan sungguh-sungguh.
9. Irwan tidur ketika hujan.
10. Erwin membiasakan diri belajar sebentar setelah salat subuh.

Berdasarkan fungsinya konjungsi atau kata hubung terdiri dari beberapa jenis, yaitu :

1. Konjungsi Aditif atau Gabungan

Konjungsi aditif atau gabungan merupakan konjungsi yang berfungsi menghubungkan antar klausa, kalimat dan paragraf yang memiliki kedudukan yang sama. Kata hubung yang sering digunakan untuk konjungsi ini adalah : danlagipula, dan serta. Contoh :

  • Ibu sedang memasak dan Ayah membaca koran.
  • Ayah, Ibu serta Kakak akan ke Bandung minggu depan.

2. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan merupakan bentuk kata hubung yang menghubungkan dua buah kalimat, kata, ataupun klausa yang sederajat namun mempertentangkan kedua bagian tersebut. Kata hubung yang biasa dipakai pada konjungsi ini adalah tetapi, melainkan dan sedangkan. Contoh :

  • Rumah itu besar tetapi tidak terawat.
  • Banyak yang ingin sekolah tetapi tidak punya biaya.
  • Mereka tidak berbohong, melainkan mengatakan yang sebenarnya.

3. Konjungsi Pilihan

Konjungsi pilihan atau disjungtif adalah bentuk konjungsi yang berfungsi menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih dengan tujuan untuk memilih. Kata hubung yang biasa digunakan adalah : atauataupun, maupun. Contoh :

  • Kamu mau membeli sepatu atau tas?
  • Nasi goreng ataupun Mie goreng sama saja, keduanya dia suka.
  • Baik pagi, siang maupun malam, kerjanya bermalas-malasan saja.

4. Konjungsi Waktu

Konjungsi waktu memiliki fungsi sebagai kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu antara dua hal. Konjungsi waktu bisa menjelaskan hubungan yang sederajat maupun tidak sederajat. Contoh kata hubung yang biasa digunakan adalah sebelumnyaselanjutnyabilamanasejak, sesudah dan lainnya. Contoh :

  • Setelah kata sambutan dari kepala sekolah acara selanjutnya adalah pentas seni.
  • Mereka sudah ada disana sejak hujan turun.
  • Gita membaca buku yang sebelumnya dia pinjam dari perpustakaan.

5. Konjungsi Tujuan

Konjungsi tujuan adalah konjungsi yang menjelaskan maksud, tujuan suatu kejadian atau tindakan. Kata hubung yang biasa digunakan diantaranya adalah : gunauntukagar, dan supaya. Contoh :

  • Ibu membuat sarapan untuk Aldi.
  • Mereka membersihkan kali supaya tidak banjir lagi saat musim penghujan.
  • Polisi mengatur lalu lintas agar jalanan tidak macet.
  • Ibu menghukumnya guna memberinya pelajaran.

6. Konjungsi Sebab

Konjungsi sebab atau kausal merupakan bentuk kata hubung yang menjelaskan kejadian yang terjadi akibat suatu sebab tertentu/khusus. Kata hubungnya adalah : sebab dan karena. Contoh :

  • Banjir yang terjadi kemarin karena saluran air tersumbat.
  • Aldi jatuh sakit karena bekerja terlalu keras.
  • Mereka percaya dengan cerita itu sebab mereka sudah mengalaminya sendiri.

7. Konjungsi Akibat

Konjungsi akibat atau konsekutif merupakan bentuk kata hubung yang menerangkan bahwa suatu keadaan tersebut dapat terjadi karena penyebab yang lainnya. Contoh kata hubung yang digunakan adalah : Sehinggasampai, dan akibatnya. Contoh :

  • Gugun malas belajar akibatnya dia tidak lulus ujian.
  • Anak-anak terlalu asyik bermain sampai mereka lupa hari sudah malam.

8. Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat atau kondisional adalah jenis kata hubung yang menerangkan bahwa kejadian tersebut dapat terjadi apabila syarat-syaratnya terpenuhi. kata hubung yang sering digunakan adalah jikajikalaukalau, dan apabila. Contoh :

  • Semua siswa pasti lulus kalau rajin belajar.
  • Aldi tidak akan sakit apabila kemarin tidak berhujan-hujanan.
  • Ani akan datang jika ada yang menjemputnya.

9. Konjungsi tak Bersayarat

Kata penghubung ini berfungsi menyatakan bahwa suatu hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat yang harus terpenuhi. Contoh kata hubung yang sering digunakan adalah : walaupunmeskipun, dan biarpun. Contoh dalam kalimat :

  • Mereka tetap bermain walaupun hujan deras.
  • Rudi tetap pergi sekolah meskipun sedang sakit.
  • Kakak tetap pergi biarpun Ayah sudah melarangnya.

10. Konjungsi Perbandingan

Kata hubung ini berguna untuk menghubungkan dua hal dan kemudian membandingkannya. Kata yang sering dipakai diantaranya adalah : sepertisebagaibagai, dan bagaikan. Contoh :

  • Anak kembar yang mirip itu bagaikan pinang dibelah dua
  • Jalannya sangat lambat seperti siput.
  • Mereka selalu bertengkar bagai kucing dan anjing.

11. Konjungsi Korelatif

Kata hubung ini bertujuan untuk menghubungkan dua kalimat yang masih memiliki hubungan sehingga bagian yang satu langssung mempengaruhi bagian yang lain atau kalimat yang satu melengkapi kalimat yang lain. contoh kata hubung nya adalah : tidak hanya….tetapi jugasedemikian rupa…sehingga, dan bukannya…melainkan. Contoh :

  • Kakaknya tidak hanya Mahasiswa tetapi juga seorang Wiraswasta.
  • Baik Messi maupun Ronaldo keduanya adalah pemain sepak bola yang hebat.

12. Konjungsi Penegas

Kata hubung ini berfungsi sebagai penegas atau meringkas bagian kalimatnya sebleumnya. contoh kata yang serin dipakai adalah : bahkanapalagiyaitu, dan yakni. Contoh :

  • Dia orang yang sangat kaya bahkan melebihi kekayaan seorang Presiden.
  • Jalanan Jakarta selalu macet apalagi dikala hujan.
  • Beberapa tempat liburan favoritnya, yaitu pantai, perdesaan dan pegunungan.

13. Konjungsi Penjelas

Kata hubung ini berfungsi untuk menjelaskan kalimat sebelumnya agar lebih terperinci. kata yang sering dipakai diantaranya adalah bahwa. Contoh :

  • Mereka yakin bahwa Dia bukan pelakunya sebenarnya.
  • Ibu bilang bahwa Ayah akan pulang larut malam hari ini.
  • Pencuri itu berjanji bahwa dia tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

14 Konjungsi Pembenaran

Kata hubung ini biasa disebut juga dengan konsesif adalah suatu kata hubung yang berfungsi menghubungkan dua hal dengan cara membenarkan suatu hal sekaligus menolak hal lainnya. Contoh kata hubung pada konjungsi ini adalah : walaupunmeskipunbiar, dan biarpun. Contoh :

  • Mereka tetap diam walaupun tahu siapa pelakunya.
  • Anak-anak itu tetap bermain meskipun sudah dilarang,
  • makanan itu tetap laku meskipun hampir semua tahu makanan itu kurang sehat.

15. Konjungsi Urutan

Konjungsi ini berfungsi menyatakan urutan suatu hal. Kata hubung yang sering dipakai diantaranya adalah : lalu dan kemudian. Contoh kalimat :

  • Panaskan dulu minyaknya, setelah panas baru kemudian masukan bumbu-bumbunya.
  • Kita mampir ke Bandung terlebih dahulu lalu baru kita ke Lembang.

16 Konjungsi Pembatas

Konjungsi ini bertujuan untuk menyatakan suatu batasan terhadap suatu keadaan/kejadian. Kata hubung yang sering digunakan adalah : kecuali, selain, dan asal. Contoh :

  • Mereka belum boleh pulang kecuali ada mereka sudah menyelesaikan tugas tersebut.
  • Peserta rapat menyetujui usulan ketua asal keinginan mereka juga dipenuhi.
  • Selain petugas perpustakaan, yang lain dilarang masuk.

Itulah contoh konjungsi (kata penghubung) dalam bahasa Indonesia, baik yang berupa koordinatif, korelatif, maupun subordinatif.

/* */