Antara Aku, Bocoran Ujian Nasional (UN) dan Internet

Ujian Nasional (UN) menjadi momen paling krusial bagi para peserta didik jenjang akhir. Berbagai persiapan dilakukan, salah satunya yang bukan rahasia lagi, banyak siswa yang mencari bocoran kunci jawaban UN.

Kebocoran UN masih saja terjadi. Bahkan sekali pun jumlah paket soal ada 20 paket dan dilengkapi barcode, UN tetap saja bisa bocor. Bocoran tersebut biasanya dibeli dengan harga yang cukup mahal. Namun, tidak terlalu mahal jika bocoran UN dibeli dengan cara iuran.

Ada pula yang mencoba mencari kunci jawaban UN di internet. Dalam suatu blog, saya pernah membuat tulisan tentang bocoran UN. Tentunya isinya bukan bocoran UN sungguhan. Yang saya bahas dalam tulisan tersebut adalah tentang bocornya soal UN. Saya menulis pengalaman saya mengikuti UN. Saya menceritakan tentang bagaimana para siswa di sekolah saya mendapatkan bocoran kunci jawaban UN.

Saya tak hanya membuat satu tulisan. Dalam tulisan tentang bocoran UN yang pernah saya buat, saya sampaikan juga kritik untuk pemerintah. Tak lupa saya juga menghimbau agar para siswa yang mau mengikuti UN untuk tidak menggunakan bocoran UN. Ini bukan masalah bocoran itu cocok atau tidak cocok, melainkan tentang kejujuran. Hal ini bukan berarti saya tidak pernah menyontek. Tapi, kala itu saya bertekad untuk berbuat jujur saat mengerjakan soal UN. Bahkan kalaupun ada teman yang tanya tentang soal UN saat UN berlangsung, saya abaikan. Saya tidak mau meninggalkan kejujuran demi mencegah predikat pelit.

Saya juga agak kurang sreg di hati karena ijazah yang saya dapat adalah perpaduan antara nilai dari sekolah dan nilai UN murni. Hal ini karena saya dulu juga pernah menyontek untuk mendapatkan nilai bagus. Saya mendapatkan ijazah dengan nilai yang tidak murni. Padahal ijazah tersebut berguna untuk melamar pekerjaan. Pada kenyataannya, sampai tulisan ini dibuat, ijazah masih belum saya gunakan untuk melamar kerja. Pekerjaan yang saya jalani ini sama sekali tidak memerlukan ijazah.

Bagaimana dengan ujian nasional 2015 nanti? Apakah masih banyak yang mencari kunci jawaban UN 2015 di internet? Buat yang mau mengikuti UN, jangan mencari bocoran UN di internet. Naskah soal UN adalah dokumen negara. Kalau ada yang membocorkannya melalui internet, berarti dia telah membocorkan rahasia negara. Hal ini termasuk tindakan kejahatan. Kalaupun di hasil pencarian judul muncul tulisan bocoran kunci jawaban UN 2015, isinya paling bukan bocoran yang sesungguhnya.

Kalau kalian mau mencari kunci jawaban UN, kalian cari tahun-tahun yang sebelumnya. Bukan cuma kunci jawaban, pembahasannya juga ada. Nah, pelajari itu sebagai bekal menghadapi UN 2015.

/* */