Ada berapa paket soal Ujian Nasional (UN) 2015?

Salah satu informasi penting yang perlu diketahui jelang Ujian Nasional (UN) adalah jumlah paket soal. Tahun 2014 lalu ada 20 paket soal yang dilengkapi dengan barcode. Banyaknya paket soal ini merupakan upaya untuk mencegah kecurangan yang sering terjadi dalam UN, yakni para peserta UN saling menyontek. Kalau ada siswa yang takut karena UN 20 paket soal, itu berarti takut tidak bisa menyontek kali ya?

Bagaimana dengan UN 2015? Dalam pelaksanaan UN 2015 nanti akan ada sejumlah perubahan, di antaranya adalah jumlah paket soal. Kemdikbud telah memutuskan kalau UN 2015 hanya ada lima paket soal.

Jumlah paket soal yang hanya 25% dari tahun lalu ini bukan bertujuan untuk meminimalkan kecurangan. Lha yang 20 paket soal saja masih ada kecurangan, apalagi cuma lima paket. Dari situ kita bisa tahu kalau kecurangan dalam UN bukan masalah jumlah paketnya. Bisa disimpulkan kalau 20 paket soal saja masih ada kecurangan, apa bedanya kalau hanya 5 paket soal.

Tujuan UN 2015 diadakan hanya dengan 5 paket soal adalah untuk meminimalkan kesalahan naskah soal UN seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Misalnya, pengawas tidak membagikan soal UN dan lembar jawaban secara bersamaan. Seperti diketahui bahwa naskah soal UN 2014 sepaket dengan lembar jawab. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan barcode pada lembar jawab dengan naskah soal UN. Dengan lima paket soal, diharapkan kesalahan ini bisa diminimalkan.

Meski jumlah paket soal dikurangi, bobot soal UN tetap sama. Yang terpenting bagi para siswa bukanlah memikirkan berapa jumlah paket soalnya, melainkan belajar agar bisa mengerjakan soal-soal UN sehingga bisa lulus dengan nilai maksimal. Meskipun hanya ada satu paket soal, kalau tidak belajar juga percuma, kecuali kalau menggunakan jalan pintas yang tentunya tidak dibenarkan.

Bagaimana dengan kalian para siswa? Apakah ini kabar gembira? Sebenarnya, bagi yang benar-benar mempersiapkan diri tentunya tidak masalah berapa pun jumlah paket soal UN nantinya. Karena, meskipun ada 20, 50, bahkan 100 paket soal, yang dikerjakan masing-masing siswa cuma satu paket soal. Namun, dengan berkurangnya paket soal, setidaknya meminimalkan kesalahan teknis.

/* */